Minggu, 10 Desember 2017


sumber: national geographic

Ramai Langit Senja Semarang

Kilatan cahaya emas berdentum berkali-kali
Gemuruh menambah ramai suasana
Semburat sinar berbentuk bak akar tumbuhan tak beraturan
Pada hitungan ke lima
Muncul Silau celurit yang dipecutkan
Riuh...Gaduh...Gemuruh..
Ingin aku melompat dari gedung tinggi ini dan menangkap satu petir yang sedang meletus dengan tanganku
Lihat.. betapa kacau nampak dari jauh
Tapi pandanglah perlahan-lahan. .
Lebih tepatnya. . .
Ia sesuatu yang mengerikan tapi indah
Ia bisa membunuhmu tapi kau ingin memeluknya
Dia bisa dengan mudah menghanguskan seisi kota tapi kau mau terbakar bersamanya
Ketika orang lain menatapmu sebagai bencana
Tak ku temukan itu di dirimu
Aku melihatmu dengan cara yang berbeda
Orang lain mungkin mengumpat tentangmu
Berisik!!
Enyahlah...!!!
Atau.. tidak bisakah kau hentikan itu!
Namun aku sama sekali tak keberatan atas apapun
Aku duduk di atas jendela lantai tiga
Tengah tersenyum menyaksikan semuanya
Menatapmu dan sembari tak henti berkata
Tuhan terimakasih mengizinkanku untuk melihatnya
Sementara atau selamanya
Sama sekali bukan masalah
Ku tekankan sekali lagi.. aku tak pernah keberatan atas apapun
Bersumber dari elektron negatif di awan yang mencari proton di bumi
Lalu boom!!!
Segaduh apapun kamu
Terimakasih telah berkunjung di langit semarang
Mirip dengan gaduhnya rindu
Yang berkecambuk dihatiku sekarang.







jangan lupa kunjungi website saya yang lain yaaa:
sampai jumpaa☺

Tidak ada komentar:

Posting Komentar