Pelukan Peta Kecil
Semilir angin dari selatan membawa kabut untuk kota ku
Redupkan cahaya
Sirnakan hangatnya cengkrama
Liupan asap lilin penuhi pembicaraan kita malam itu
Asap...
Perhatikanlah lagi.. bukankah ia indah?
Terhembus oleh angin lalu meliuk bak gadis kecil yang menari
balet
Swiiiiisssshhh...
Lebih indah dari bualan penyair..
Remang-remang api.. melesat sempurna kuasai suasana
Gelapnya ruang tak segelap dinginnya relung yang butuh rasa
hangat, rasa sedikit saja
Dari sikapmu aku tahu, kau sangat mudah dibaca
Kau ingin berteriak memecah malam, tapi kau tidak
Kau ingin melempar menendang bangku di dekatmu, tapi kau tidak
Yang kau lakukan, berjalan-jalan dalam pikiranmu sendiri
Memilah-milah mana yang sebaiknya ya atau tidak kau lakukan
Pikiranmu terlalu takut mengambil pemecahan masalah
Kau takut tidak cukup terang untuk melihat cahaya
Tapi dengarlah.. sebentar saja..
Ambil nafasmu dalam-dalam.. lalu dengarkan aku..
Bila kau butuh seseorang sebagai navigasi mu
Aku akan berjalan bersama
Bila kau butuh tangan untuk
menarikmu dari jurang
Kau bisa gunakan tanganku
Tak ku bilang aku rindu
Tak ku bilang senyummu tetap terlihat bahkan dalam tidur terlelapku
Lidah perempuan tidak sebercanda itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar